Tim gabungan disiagakan di lapangan untuk membantu proses evakuasi sesuai kebutuhan di lokasi kejadian. Selain memastikan keselamatan warga, petugas juga membantu memindahkan barang-barang berharga agar tidak tertinggal di kawasan yang terendam.
Penanganan banjir di Kota Padang juga melibatkan Kantor SAR Padang. Berdasarkan laporan awal Kantor SAR Padang pada Sabtu (10/10/2026), tim menerima informasi mengenai kejadian banjir di sejumlah titik di Kota Padang.
Informasi awal tersebut diterima dari seorang warga bernama Diki, yang berasal dari kawasan Lubuk Minturun, pada pukul 14.30 WIB.
"Kami memberangkatkan tujuh personel penyelamat atau rescuer menuju lokasi kejadian pada pukul 14.40 WIB. Pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari operasi pencarian dan pertolongan dalam penanganan bencana banjir," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.
Untuk mendukung pelaksanaan operasi, tim SAR membawa sejumlah peralatan, meliputi mobil penyelamat jenis double cabin, perahu karet atau LCR beserta motor tempel, peralatan SAR air, perlengkapan evakuasi, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta perlengkapan SAR lainnya.
Dalam kronologi awal yang disampaikan Kantor SAR Padang, hujan deras terjadi di wilayah Kota Padang sejak pukul 12.00 WIB pada Sabtu (10/10/2026). Sekitar pukul 14.25 WIB, banjir dilaporkan terjadi di beberapa titik di kota tersebut.
Salah satu kawasan yang terdampak adalah Lubuk Minturun. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan aliran Sungai Lubuk Minturun meluap hingga air memasuki permukiman warga di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah.
Kondisi tersebut mendorong petugas BPBD, TRC, TNI, Polri, dan personel SAR melakukan penanganan di lapangan. Evakuasi warga dan upaya menjaga keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam menghadapi situasi darurat tersebut.