berita

Warga Rantau Panjang Waswas Banjir, PMI Pasaman Barat Kembali Galakkan SIBAT

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:04 WIB
Peluncuran program digelar pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon kelapa genjah sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. (Foto: Pemkab Pasbar)



Sementara itu, Sukarman menjelaskan bahwa SIBAT bukan program baru bagi masyarakat Jorong Rantau Panjang. PMI sebelumnya telah menjalankan program serupa pada periode 2011–2014. Kini, program tersebut kembali digalakkan untuk memperkuat kapasitas warga dalam menghadapi ancaman bencana.





Sukarman berharap kelompok SIBAT dapat menjalankan fungsi secara berkelanjutan dan terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan kelompok itu, menurutnya, tidak boleh berhenti sebatas pembentukan atau kegiatan seremonial.





Ia mengatakan, warga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali risiko bencana, mempersiapkan diri, serta mengambil tindakan awal ketika keadaan darurat terjadi. Dengan kesiapsiagaan yang memadai, masyarakat diharapkan mampu merespons situasi secara terkoordinasi tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan dari luar.





Di sisi lain, Adriwilza menyoroti kekhawatiran masyarakat Rantau Panjang terhadap ancaman banjir, terutama saat hujan turun. Ia mengingatkan warga agar tidak mengabaikan risiko bencana hanya karena kondisi lingkungan sehari-hari terlihat aman.





Menurut Adriwilza, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum keadaan darurat terjadi. Ia berharap SIBAT dapat memperluas pemahaman warga mengenai risiko bencana, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong.





Adriwilza juga mengapresiasi penanaman pohon kelapa genjah dalam kegiatan tersebut. Tanaman itu diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pada masa mendatang setelah tumbuh dan menghasilkan buah.





Melalui penguatan SIBAT, masyarakat Rantau Panjang diharapkan tidak hanya memahami potensi ancaman banjir, tetapi juga mampu mengambil langkah awal, berkoordinasi, dan bekerja sama untuk mengurangi risiko bencana di lingkungan mereka. (*)


Halaman:

Tags

Terkini