Masyarakat yang menemukan satwa liar dalam kondisi terluka, terjebak, terdampak kebakaran, atau masuk ke kawasan permukiman diminta tidak melakukan evakuasi secara mandiri.
Masyarakat disarankan menjaga jarak dan tidak melakukan tindakan yang dapat membuat satwa mengalami stres atau menjadi agresif. Apabila memungkinkan, lokasi dan kondisi satwa dapat dicatat untuk kemudian dilaporkan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat.
Pemerintah juga kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Perkembangan hotspot yang berubah dari hari ke hari menunjukkan bahwa kondisi karhutla masih dinamis. Penurunan jumlah titik panas secara nasional tidak selalu berarti seluruh wilayah mengalami kondisi yang sama.
Peningkatan tajam yang terjadi di Sumatera Selatan menjadi salah satu contoh bahwa kondisi di tingkat daerah dapat bergerak berbeda dari angka nasional.
Karena itu, pemerintah terus menempatkan deteksi dini, verifikasi lapangan, dan respons cepat sebagai bagian penting dalam pengendalian karhutla. Pemantauan dan patroli juga terus diperkuat, terutama pada wilayah yang menunjukkan konsentrasi hotspot tinggi. (*)