berita

Pemkab Dharmasraya Kembali Bagikan Masker Imbas Kabut Asap dari Daerah Tetangga

Selasa, 6 Oktober 2026 | 18:05 WIB



Langkah itu dilakukan agar jangkauan perlindungan terhadap masyarakat menjadi lebih luas. Dengan keterlibatan seluruh Puskesmas, pembagian masker dapat dilakukan di wilayah kerja masing-masing ketika kondisi udara berada pada kategori Tidak Sehat.





Yosta juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara memburuk. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah untuk mengurangi paparan udara yang tidak sehat.





"Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan banyak minum air putih," ujarnya.





Selain membatasi kegiatan di luar rumah dan menggunakan masker, masyarakat diminta memperhatikan kondisi kesehatan. Dinas Kesehatan mengingatkan adanya sejumlah gejala yang berkaitan dengan paparan udara tidak sehat.





Gejala tersebut antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak atau sulit bernapas, hingga iritasi mata. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.





"Apabila terasa gejala ISPA, iritasi mata dan gejala lainnya, silakan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Dharmasraya terbuka 24 jam," kata Yosta.





Tidak Ada Hotspot Sejak 23 September





Di sisi lain, BPBD Kabupaten Dharmasraya menyampaikan hasil pemantauan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut. Kepala BPBD Kabupaten Dharmasraya Suherman Junaidi mengatakan, tidak lagi terpantau hotspot di wilayah Kabupaten Dharmasraya sejak 23 September 2026 hingga saat ini.





"Sejak 23 September sampai saat ini tidak lagi terpantau hotspot di Kabupaten Dharmasraya," kata Junaidi.

Halaman:

Tags

Terkini