Ia mengatakan masyarakat Sumbar sudah semestinya ikut memperjuangkan marwah tokoh-tokoh yang berasal dari daerah tersebut.
"Ini bukan berarti saya terjangkit paham 'Padang Disease' atau etnosentris dan premordialisme Minangkabau berlebihan, tapi siapa lagi bila bukan kita membesarkannya?," sebutnya.
Dalam tulisannya, Gamawan juga menempatkan gagasan penamaan jalan tersebut sebagai sebuah pemikiran sederhana, bukan sebagai gagasan besar yang secara khusus dibuat dalam momentum ulang tahun ke-81 Sumbar.
Ia berharap gagasan tersebut tetap dapat menjadi bahan pemikiran bagi pemerintah daerah maupun masyarakat, meskipun menurutnya usulan itu bersifat kecil dan hanya menjadi bagian dari berbagai hal yang berkaitan dengan peringatan HUT Sumbar.
"Pikiran ini bukan gagasan besar menyambut ulang tahun ke 81 tahun Sumbar. Tapi meskipun kecil dan pernak-pernik, saya berharap tulisan ini menjadi bermakna untuk di kunyah -kunyah. Kadang yang kecil itu indah juga. 'Small is beautiful'," tutupnya. (*)