berita

Banyak Jalan di Sumbar Belum Bernama, Gamawan Fauzi Usul Nama Tokoh Minang

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 08:09 WIB
Ilustrasi Jalan Nama Tokoh Minang (Foto: Kompasiana)



Beberapa nama yang diusulkan antara lain AK. Gani, Mr. Asaat, Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Syekh Muhammad Yasin Al Fadani, Rahmah El Yunusiah, dan Siti Manggopoh.





Selain itu, Gamawan menyebut lima mantan Gubernur Sumbar yang menurutnya juga layak dipertimbangkan untuk menjadi nama jalan. Kelima tokoh tersebut yakni Kaharuddin Dt. Rangkayo Basa, Harun Zain, Azwar Anas, Hasan Basri Durin, dan Zainal Bakar.





Usulan itu disampaikan Gamawan dalam konteks pentingnya negara mengatur kehidupan masyarakat agar berlangsung secara teratur berdasarkan falsafah bernegara dan konstitusi. Ia melihat nama jalan yang digunakan saat ini sebagian merupakan warisan dari masa lalu dengan periode penamaan yang berbeda-beda.





"Salah satu tugas negara adalah mengatur agar hidup teratur berdasarkan falsafah bernegara dan konstitusi. Saat ini sebagian besar nama jalan adalah sebuah warisan masa lalu yang waktunya amat beragam. Ada yang diwarisi sejak awal kemerdekaan dan ada juga yang sudah beberapa kali diperbarui," jelas Gamawan.





Mantan Bupati Solok periode 1995-2005 itu kemudian mendorong adanya evaluasi terhadap nama jalan yang telah ada sekaligus pemberian nama untuk ruas jalan yang hingga kini belum memiliki nama resmi.





Menurutnya, evaluasi maupun penamaan jalan baru tersebut dapat menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah, khususnya dalam momentum HUT ke-81 Sumbar.





"Saat ini tak banyak daerah di indonesia melakukan evaluasi terhadap nama jalan yang sudah ada atau menamai jalan baru, saya kira dalam menyambut HUT Sumbar ke 81, ada baiknya pemerintah daerah memikirkan untuk memberi nama setiap jalan yang ada di daerah masing-masing. Utamakanlah memberinya dengan nama tokoh yang berjasa dari Ranah Minang," harapnya.





Tak Ingin Gagasan Dianggap Etnosentris





Gamawan menyadari usulan penggunaan nama tokoh asal Ranah Minang sebagai nama jalan dapat dikaitkan dengan upaya mengangkat identitas daerah. Namun, ia menegaskan gagasan tersebut tidak dimaksudkan sebagai sikap etnosentris ataupun sekadar upaya membesar-besarkan daerah asal.

Halaman:

Tags

Terkini