berita

Tak Hanya Paru-paru, Polusi Udara Bisa Berdampak ke Jantung dan Otak

Jumat, 2 Oktober 2026 | 22:08 WIB
Ilustrasi penyakit Influenza A. (Dok. Halodoc)


Sumbardaily.com – Polusi udara selama ini kerap dikaitkan dengan gangguan pada sistem pernapasan. Namun, paparan udara yang tercemar ternyata tidak hanya berisiko terhadap paru-paru. Gangguan akibat polusi juga dapat berkaitan dengan kondisi pembuluh darah hingga berdampak pada kesehatan jantung dan otak.





Guru Besar bidang Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Prof. Hardisman, menjelaskan bahwa dampak tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan.





Menurutnya, penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) termasuk kelompok yang perlu lebih waspada ketika kualitas udara memburuk.





"Tubuh sebenarnya memiliki mekanisme pertahanan untuk menghadapi zat asing yang masuk melalui saluran pernapasan. Salah satu bentuk respons awal tubuh terhadap paparan tersebut adalah munculnya iritasi yang dapat ditandai dengan batuk," jelasnya dikutip Jumat (2/10/2026).





Persoalan dapat muncul apabila seseorang terus-menerus terpapar udara tercemar. Dalam kondisi tersebut, keluhan yang dirasakan tidak selalu langsung hilang setelah seseorang menjauh dari sumber pencemaran. Keluhan bahkan dapat menetap meskipun paparan telah berakhir.





Paparan zat berbahaya yang masuk lebih dalam ke saluran pernapasan juga dapat menimbulkan sesak napas. Kondisi ini menjadi perhatian lebih bagi penderita asma dan PPOK karena polusi udara dapat memperburuk keluhan yang sudah ada sekaligus meningkatkan risiko terjadinya serangan yang lebih berat.





Namun, dampak polusi udara tidak berhenti pada sistem pernapasan. Hardisman menjelaskan, zat pencemar juga dapat memengaruhi organ tubuh lainnya melalui gangguan pada pembuluh darah.


Halaman:

Tags

Terkini