berita

17 Tahun Gempa Padang: Doa, Hening dan Kenangan Keluarga yang Ditinggalkan

Rabu, 30 September 2026 | 23:38 WIB
Salah seorang keluarga korban terdampak gempa bumi di Padang pada tahun 2009 silam menghadiri Hari Kesiapsiagaan Bencana Kota Padang tahun 2026 atau 17 tahun pasca gempa bumi. (Dok. Sumbar Daily)


Sumbardaily.com - Tepat pukul 17.15 WIB, suasana di Monumen Gempa Padang berubah hening. Doa bersama dan mengheningkan cipta digelar untuk mengenang kembali gempa bumi yang mengguncang Kota Padang dan sejumlah kawasan Sumatera Barat (Sumbar) pada tanggal 30 September 2009 silam.





17 tahun telah berlalu, tetapi bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam bencana tersebut, 30 September bukan sekadar tanggal dalam kalender. Hari itu menjadi pengingat atas orang-orang terkasih yang pergi dan tidak pernah kembali.





Suasana haru tersebut terasa dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Kota Padang 2026 di Monumen Gempa Padang, Rabu (30/9/2026) sore. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk mengenang 17 tahun gempa Padang 30 September 2009.





Peringatan dipimpin Wali Kota Padang, Fadly Amran. Setelah doa bersama dan mengheningkan cipta tepat pada pukul 17.15 WIB, waktu yang menjadi penanda terjadinya gempa 17 tahun silam, kegiatan dilanjutkan dengan penaburan bunga di depan Monumen Gempa Padang.





Bagi perwakilan keluarga korban yang hadir, momen tersebut menjadi ruang untuk kembali mengenang anggota keluarga yang menjadi korban gempa dan telah berpulang dalam peristiwa tersebut.





Kenangan atas kehilangan yang terjadi 17 tahun lalu kembali dipertemukan dengan pesan agar tragedi serupa tidak hanya dikenang, tetapi juga menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.





Gempa 30 September 2009 meninggalkan dampak besar bagi Kota Padang. Bencana tersebut merusak bangunan warga dan infrastruktur pemerintah serta menelan ratusan korban jiwa.


Halaman:

Tags

Terkini