“Tsunami drill menjadi langkah nyata untuk memperkuat edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat. Melalui Program Unggulan (Progul) Padang Sigap, kami juga memperkuat koordinasi dan komunikasi seluruh pemangku kepentingan agar lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana," kata Wali Kota.
Penguatan kesiapsiagaan di Kota Padang menjadi penting karena pengalaman gempa 2009 menunjukkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan oleh bencana.
Kerusakan bangunan, terganggunya infrastruktur pemerintah, hingga jatuhnya korban jiwa menjadi bagian dari catatan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah kota tersebut.
Karena itu, peringatan 17 tahun gempa tidak hanya mengajak masyarakat melihat kembali tragedi yang telah terjadi, tetapi juga mengingatkan bahwa ancaman bencana dapat muncul kembali sewaktu-waktu.
“Untuk itu, mari kita jadikan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) ini sebagai momentum untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi kapan dan di mana saja," katanya.
Sementara itu, Sestama BNPB, Rustian mengapresiasi langkah Pemko Padang yang menjadikan 30 September sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Kota Padang. Menurutnya, peringatan tersebut memiliki arti penting untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap bencana.
Rustian menilai masyarakat tidak cukup hanya mengetahui bahwa Kota Padang memiliki risiko bencana. Warga juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, termasuk memahami jalur evakuasi dan lokasi tempat evakuasi.