berita

Jejak Galodo Solok dari Udara: Longsor Gunung Talang Terhubung ke Hulu Batang Laso

Senin, 28 September 2026 | 19:09 WIB
Hulu Galodo Solok (Foto: Tangkap Layar Video Drone Instagram ib.hobbies)


Sumbardaily.com – Banjir bandang atau galodo yang menerjang Arosuka, Kabupaten Solok, pada Senin malam, 21 September 2026, tidak hanya menyisakan material lumpur, batu, kayu, dan kerusakan di kawasan hilir. Rekaman drone dari kawasan hulu Gunung Talang menunjukkan adanya jejak longsoran yang diduga memiliki koneksi langsung dengan jaringan drainase menuju Arosuka.





Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas (Unand), Prof. Dian Fianti, menjelaskan bahwa untuk memahami proses galodo, perhatian tidak cukup hanya diarahkan ke kawasan terdampak. Jejak prosesnya perlu ditelusuri hingga lereng atas Gunung Talang dan hulu Batang Laso.





Saat kejadian, hujan dengan intensitas tinggi mencapai 94 milimeter per hari mengguyur Kabupaten Solok sejak sore. Berdasarkan laporan BPBD dan kepolisian, debit aliran kemudian meningkat dan longsoran terjadi di kawasan perbukitan sekitar hulu Batang Laso.





Material longsoran tersebut selanjutnya terbawa menuju Arosuka hingga mencapai Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok.





Beberapa hari setelah kejadian, rekaman drone dari kawasan hulu memperlihatkan bagian lain dari rangkaian bencana. Di tengah kawasan hutan yang secara visual masih tampak rapat, terlihat dua jalur tanah terbuka berwarna merah kecokelatan.





Salah satu jalur tersebut berukuran jauh lebih besar dan memanjang dari dekat punggungan menuju bagian bawah lereng. Di sampingnya terdapat scar atau jejak longsoran yang lebih sempit. Kedua jalur itu kemudian bertemu dan membentuk pola menyerupai huruf Y sebelum memasuki sebuah lembah sempit.





Menurut Dian, bentuk tersebut menjadi petunjuk penting karena menunjukkan material yang terlepas dari lereng tidak berhenti begitu saja di kaki longsoran.


Halaman:

Tags

Terkini