Namun, sistem yang sudah tersedia tersebut masih dinilai membutuhkan penyempurnaan. Karena itu, Pemprov Sumbar mengajukan Sapilin sebagai aplikasi yang diharapkan dapat memperkuat pengelolaan data kebencanaan secara terintegrasi.
"Oleh karenanya, kita membutuhkan dukungan dari Kemensos secara berkesinambungan, menyangkut berbagai program kegiatan terkait kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana," katanya lagi.
Dukungan yang diharapkan dari Kemensos tidak hanya berkaitan dengan pengembangan sistem aplikasi. Pemprov Sumbar juga mengusulkan dukungan untuk berbagai program yang berkaitan langsung dengan penanganan masyarakat ketika bencana terjadi.
Dukungan tersebut mencakup pengungsian dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak bencana. Selain itu, Pemprov Sumbar mengharapkan dukungan untuk pembentukan dan penguatan Kampung Siaga Bencana (KSB).
Pemprov Sumbar juga mengusulkan dukungan dalam penyediaan, pengelolaan, serta pendistribusian logistik bencana. Penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari kebutuhan yang disampaikan, terutama melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Program bantuan bagi keluarga terdampak bencana turut masuk dalam pembahasan. Di antaranya pemberian bantuan uang duka bagi keluarga yang terdampak bencana serta bantuan yang ditujukan untuk mendukung pemulihan ekonomi keluarga setelah mengalami dampak bencana.
Dalam pertemuan tersebut, Arry juga menyampaikan pentingnya peta rawan bencana sebagai bagian dari perencanaan pembangunan di Sumatera Barat. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan untuk memastikan pembangunan mempertimbangkan lokasi yang memiliki tingkat keamanan lebih baik dari risiko bencana.
"Setelah kami paparkan, Bapak Dirjen Linjamsos menyampaikan bahwa peta rawan bencana bersifat sangat penting, dan dalam merencanakan pembangunan harus memperhatikan titik lokasi yang aman dari risiko bencana (zona hijau). Beliau juga menyatakan dukungan dan komitmen untuk membantu penanggulangan bencana sesuai ketentuan yang berlaku, serta bersedia menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam rangka kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana," kata Arry mengakhiri.