Durasi Musim Hujan Lebih Pendek
Selain memperkirakan waktu kedatangan dan puncak musim hujan, BMKG memproyeksikan durasinya. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi menjalani musim hujan dengan durasi lebih pendek dibandingkan kondisi normal.
“Jika dibandingkan dengan normalnya, durasi musim hujan 2026/2027 di wilayah Indonesia diprediksi lebih pendek dari normalnya pada 482 ZOM yang mencakup 51,90% luas daratan Indonesia, lebih panjang dari normalnya pada 60 ZOM yang mencakup 8,58% luas daratan Indonesia, dan sama dengan normalnya pada 40 ZOM yang mencakup 5,06% luas daratan Indonesia,” ujarnya.
Kondisi kemarau yang masih berlangsung juga menjadi perhatian BMKG. Direktur Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab, mengatakan salah satu indikasi pengaruh El Nino terlihat dari kekeringan yang melanda berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil pemantauan perkembangan musim, saat ini sebanyak 556 ZOM yang mencakup 61,91 persen luas daratan Indonesia masih mengalami musim kemarau.
Kondisi hari tanpa hujan (HTH) juga menunjukkan adanya periode kering yang cukup panjang. Hasil analisis BMKG mencatat banyak titik pengamatan mengalami HTH lebih dari 60 hari yang tersebar di 25 provinsi.
Wilayah dengan periode HTH terpanjang saat ini berada di Bantul dengan durasi mencapai 131 hari atau lebih dari empat bulan.
“Bahkan El Niño 2026 menyebabkan terjadinya periode kemarau pada beberapa ZOM dengan tipe hujan sepanjang tahun,” jelasnya.