Pekerjaan proyek tersebut dimulai pada 23 Desember 2025. Setelah melalui rangkaian pelaksanaan dan pengendalian pekerjaan di lapangan, seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan pada 24 Juli 2026.
Dalam pelaksanaan proyek, Hutama Karya melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Koordinasi juga dilakukan bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera I Banda Aceh, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera I, serta PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA II.
Penyelesaian pekerjaan sesuai target tersebut ditopang sejumlah persiapan sejak tahap awal proyek. Tim proyek melakukan perencanaan dan survei lapangan untuk mengetahui kondisi di masing-masing lokasi sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Identifikasi lapangan dilakukan dengan memperhatikan berbagai kondisi yang dapat memengaruhi pelaksanaan pekerjaan. Tim antara lain memastikan ketersediaan material, mengidentifikasi kendala yang terdapat di lokasi, serta memeriksa akses menuju titik-titik pekerjaan.
Kondisi masing-masing lokasi menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan metode pelaksanaan. Hutama Karya menerapkan metode pekerjaan yang disesuaikan dengan situasi di setiap lokasi agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan proyek.
Selain persiapan lapangan dan material, kesiapan tenaga kerja turut menjadi bagian dari strategi pelaksanaan pekerjaan. Tim proyek juga melakukan pemantauan terhadap produktivitas dan perkembangan pekerjaan setiap hari.
Pemantauan harian tersebut dilakukan sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memastikan pencapaian target tetap terkontrol. Dengan pemantauan secara berkala, perkembangan pekerjaan dapat diketahui dan berbagai hal yang membutuhkan tindak lanjut dapat segera ditangani.
Koordinasi intensif juga menjadi bagian dari pelaksanaan proyek. Hutama Karya berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.