berita

Peneliti Ungkap Faktor yang Membentuk Galodo Solok, Tutupan Lahan Perlu Dikaji

Kamis, 24 September 2026 | 09:00 WIB
Kondisi Kantor Pemkab Solok saat diterjang bencana banjir bandang atau galodo, yang terjadi pada Senin malam (21/9/2026). (Foto: Tangkap Layar Video)




Tahap berikutnya adalah konsentrasi limpasan. Air yang berasal dari banyak lereng dan anak sungai pada akhirnya berkumpul di lembah serta alur sungai utama.





Pada DAS yang curam, waktu konsentrasi air menjadi lebih pendek sehingga debit dapat meningkat dengan sangat cepat. Jika kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan masuknya material longsoran dan sedimen, terbentuk aliran deras yang membawa lumpur, batu, dan kayu.





Daryono menyimpulkan bahwa hujan lebat merupakan pemicu meteorologis dalam rangkaian terbentuknya galodo. Sementara itu, tingkat kemiringan lereng, kejenuhan tanah, longsoran, ketersediaan material lepas, serta karakter DAS yang cepat mengonsentrasikan limpasan ikut menentukan seberapa besar galodo yang terbentuk.





Khusus untuk Solok, Daryono menegaskan masih diperlukan verifikasi lebih lanjut untuk mengetahui faktor tutupan lahan dan besarnya kontribusi masing-masing proses.





"Untuk Solok, faktor tutupan lahan dan besarnya kontribusi masing-masing proses masih perlu diverifikasi dengan survei DAS dan data lapangan," jelasnya. (*)


Halaman:

Tags

Terkini