"Pendataan terhadap kendaraan tersebut masih diperlukan untuk mengetahui keseluruhan dampak bencana di lokasi," kata Kapolres Solok.
Dampak galodo juga menjangkau permukiman warga. Berdasarkan perkiraan awal, sekitar 100 rumah masyarakat terdampak material banjir bandang.
Namun, data lengkap mengenai jumlah rumah dan tingkat kerusakannya masih dalam proses pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok.
Kondisi lahan pertanian yang terdampak juga belum dapat dipastikan secara keseluruhan. Laporan menyebutkan data kerusakan sektor pertanian masih dalam pendataan BPBD Kabupaten Solok.
Di sisi lain, sekitar 50 orang diperkirakan mengungsi setelah bencana terjadi. Para pengungsi ditempatkan di tiga lokasi, yaitu Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati (Wabup) Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
"Selain kerusakan bangunan dan rumah warga, sejumlah fasilitas umum ikut terdampak. Satu jembatan penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material sehingga belum bisa dilalui. Masjid Kayu Aro juga tertimbun material longsor," katanya.
Kapolres Solok, AKBP Rini Anggraini mengatakan, sejumlah unsur dikerahkan untuk mendukung penanganan dampak galodo di wilayah tersebut.
Personel yang terlibat terdiri dari Dit Samapta Polda Sumbar, Sat Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309/Solok, serta BPBD Kabupaten dan Kota Solok.