Adapun bangunan yang dikategorikan rusak ringan meliputi Kantor DPRD dengan timbunan sekitar 60 sentimeter, Kantor Bapenda sekitar 40 sentimeter, serta Kantor Bapelitbang sekitar 40 sentimeter.
Kantor Inspektorat Daerah juga tertimbun material sekitar 30 sentimeter. Sementara itu, Kantor Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan masing-masing mengalami timbunan material sekitar 40 sentimeter.
Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) turut terdampak dengan ketebalan material sekitar 20 sentimeter.
"Data tersebut merupakan laporan awal kerusakan perkantoran akibat banjir bandang dan longsor yang menerjang kawasan Arosuka," kata Rini.
Bencana galodo, katanya juga berdampak pada kendaraan dinas dan kendaraan milik masyarakat. Dalam laporan awal kepolisian, terdapat tujuh mobil yang tercatat terdampak material banjir bandang.
Kendaraan yang terdampak terdiri dari satu mobil Dinas Pertanian jenis Isuzu Panther, satu mobil Dinas Pertanian jenis L-300 pickup, satu mobil Dinas Kesehatan jenis Kijang Kapsul, serta satu mobil Dinas Kesehatan jenis Toyota minibus.
Selain kendaraan dinas, terdapat tiga kendaraan milik masyarakat yang turut terdampak, yakni satu Avanza berwarna putih, satu unit Avanza berwarna abu-abu metalik dan satu unit Kijang Super berwarna jingga. Sementara itu, jumlah sepeda motor yang terdampak belum diketahui.