Hutama Karya juga menghadirkan praktisi muda dari lini bisnis perwakilan anak perusahaan dan Special Purpose Vehicle (SPV). Mereka adalah Akh Kamali Hidayat dari PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) serta Sindy Harvi Amalia dari PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).
Selain pembekalan pengetahuan, dukungan pendidikan menjadi bagian penting dari program tersebut. Hutama Karya memberikan beasiswa tahunan kepada lima mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Perseroan juga menyediakan fasilitas LMS gratis hasil kolaborasi dengan Ruangguru bagi 50 mahasiswa.
Dukungan lainnya diberikan dalam bentuk dana untuk kebutuhan sarana dan prasarana belajar-mengajar di kampus. Secara kumulatif, program HK Mengajar disebut telah menjangkau 150 mahasiswa dan SMK sejak pertama kali dilaksanakan.
Program tersebut mendapat respons positif dari sivitas akademika UBH. Kehadiran jajaran pimpinan BUMN dan praktisi industri dinilai memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai dunia kerja konstruksi.
Salah satu mahasiswa, Muhammad Rayes, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan Hutama Karya turut meringankan beban biaya kuliah. Selain itu, program tersebut memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai lingkungan kerja di sektor konstruksi.
Rektor UBH, Prof. Dr. Diana Kartika, juga menyambut baik kolaborasi dengan Hutama Karya. Menurutnya, keterlibatan BUMN konstruksi di lingkungan kampus dapat menjadi jembatan antara kebutuhan dunia pendidikan dan tuntutan industri nasional.
“Kolaborasi bersama Hutama Karya memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi mahasiswa kami dalam memahami penerapan teknologi konstruksi terkini serta lanskap kepemimpinan riil. Dukungan beasiswa, akses LMS digital, hingga bantuan sarana prasarana menjadi dorongan moral dan finansial yang sangat berarti bagi peningkatan kualitas akademis perguruan tinggi di Sumatera Barat,” ungkap Diana Kartika.
Pelaksanaan agenda TJSL tersebut sekaligus mempertegas peran Hutama Karya sebagai BUMN di bawah naungan PT Danantara Asset Manajemen (Persero). Melalui program pendidikan, perseroan berupaya menyelaraskan pertumbuhan bisnis di bidang infrastruktur dengan pemenuhan pilar sosial masyarakat.