Pemprov Sumbar Perkuat Kesiapsiagaan
Peringatan mengenai potensi hujan lebat tersebut sejalan dengan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau yang memprediksi adanya potensi cuaca ekstrem di Sumbar dalam tiga hari ke depan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Arry meminta jajaran BPBD kabupaten dan kota bersama seluruh unsur terkait meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
Koordinasi antarunsur juga diminta diperkuat untuk memastikan informasi mengenai kondisi di lapangan dapat diterima dengan cepat. Langkah penanganan juga diharapkan bisa segera dilakukan apabila terjadi bencana akibat kondisi cuaca tersebut.
Kesiapsiagaan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya sejumlah bencana hidrometeorologi. Selain banjir dan banjir bandang, kondisi tersebut juga dapat memicu tanah longsor maupun pohon tumbang.
Arry kembali mengingatkan masyarakat agar segera menjauh dari lokasi berbahaya jika mulai muncul tanda-tanda yang mengarah pada bencana.
“Jika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung cukup lama, debit sungai mulai meningkat, atau masyarakat melihat tanda-tanda pergerakan tanah maupun longsoran, segera menjauh dari lokasi berbahaya dan mencari tempat yang lebih aman. Jangan mengambil risiko,” tegas Arry.
Peringatan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi Pemprov Sumbar dalam menghadapi potensi bencana selama periode cuaca yang diprediksi berpotensi ekstrem.
Arry menegaskan, kewaspadaan sejak dini merupakan salah satu bagian penting untuk mengurangi risiko bencana. Masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan dini yang disampaikan serta segera melaporkan kejadian bencana atau kondisi yang berpotensi membahayakan kepada petugas kebencanaan setempat.