berita

Festival Literasi Daerah 2026 Sumbar, Generasi Muda Diminta tak jadi Konsumen Informasi

Selasa, 8 September 2026 | 17:23 WIB
Ilustrasi membaca buku (Foto: iStockphoto)


Sumbardaily.com - Kemampuan membaca ternyata tidak cukup untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Literasi juga dituntut mampu mengubah informasi menjadi pemahaman, karya, hingga tindakan nyata untuk menjaga alam dan mempertahankan identitas budaya. Pesan itulah yang mengemuka dalam Festival Literasi Daerah 2026 Sumbar.





Festival Literasi Daerah Tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026 resmi dibuka Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Selasa (8/9/2026) siang.





Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan (Dispusip) Sumbar tersebut mengangkat tema “Peranan Literasi dalam Menjaga Alam dan Melestarikan Budaya”.





Tema tersebut menempatkan literasi tidak hanya sebagai gerakan meningkatkan minat baca. Lebih jauh, literasi diarahkan menjadi kemampuan masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami informasi, membaca kondisi lingkungan, mengenali kekayaan budaya, kemudian menerjemahkannya dalam tindakan.





Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa literasi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membaca dan menulis.





Menurutnya, seseorang yang memiliki kemampuan literasi harus mampu memahami, mengolah, menganalisis serta menggunakan informasi secara tepat.





“Literasi itu bukan hanya membaca, tetapi mampu memahami. Untuk memahami sesuatu, perlu penghayatan terhadap apa yang dibaca, kemudian mengolah dan menggunakan informasi yang didapatkan,” katanya.


Halaman:

Tags

Terkini