Teknologi itu kemudian dikembangkan agar dapat digunakan secara langsung oleh masyarakat melalui dukungan program TJSL PLN.
Pemanfaatan energi bersih untuk mendukung pertanian tersebut diharapkan tidak berhenti di Tanjung Barulak. PLN berharap model serupa dapat diterapkan di wilayah lain di Sumbar yang menghadapi persoalan ketersediaan air untuk pertanian.
Menurut Ririn, teknologi tersebut memiliki manfaat ganda. Selain membantu menyediakan air bagi lahan pertanian, penggunaan energi surya juga menjadi bagian dari inovasi pemanfaatan energi bersih untuk mendukung produktivitas dan ketahanan pangan di tingkat nagari.
“Kami berharap air yang hari ini mulai mengalir ke lahan pertanian Tanjung Barulak menjadi awal mengalirnya produktivitas, kesejahteraan, harapan baru dan semangat baru bagi masyarakat sekitar,” tuturnya. (*)