Jaringan tersebut memiliki panjang sekitar empat kilometer dan menjadi jalur utama untuk menyalurkan air menuju lahan pertanian.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak akan cukup jika tidak dibarengi pengelolaan dan pemeliharaan yang berkelanjutan. Apabila muncul persoalan dalam pemanfaatan fasilitas, penyelesaiannya diharapkan dilakukan melalui musyawarah dan mufakat.
“Bulek aia dek pembuluh, bulek kato dek mupakat. Apa yang akan dikerjakan, apa yang akan dimanfaatkan dan apa yang akan dilakukan, mari dimusyawarahkan bersama,” ucap Mahyeldi.
Dalam peresmian itu, turut dibicarakan kemungkinan pengembangan bak penampungan air. Fasilitas tersebut dinilai dapat membantu mengoptimalkan distribusi dan pemanfaatan air ke lahan pertanian.
Mahyeldi mendorong agar rencana pengembangan bak penampungan tersebut dikaji dan dirancang secara bersama-sama.
Pemprov Sumbar, Bank Nagari, PT Semen Padang, serta pihak terkait lainnya diharapkan dapat terlibat dalam proses pengembangan tersebut.
Tidak hanya sektor pertanian, pemerintah juga berharap keberadaan infrastruktur air dapat menjadi pemicu pembangunan fasilitas lain yang menunjang kehidupan masyarakat. Di antaranya musala dan ruang aktivitas bagi anak-anak.