Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, aliran air tersebut menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat Tanjung Barulak.
Menurutnya, tanda-tanda manfaat fasilitas itu sudah mulai terlihat karena tanaman padi telah tumbuh di lahan masyarakat.
“Penantian yang sudah berpuluh-puluh tahun dari masyarakat Tanjung Barulak, alhamdulillah kini terjawab. Dengan telah mengalirnya air sampai ke Tanjung Barulak dan dinikmati masyarakat, padi pun sudah mulai tumbuh. Mudah-mudahan yang selama ini sekali setahun bisa menjadi tiga kali tanam,” katanya.
Dengan meningkatnya ketersediaan air, pemerintah berharap sektor pertanian tidak hanya mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi, tetapi juga memberikan dampak terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan pompanisasi tersebut. Kolaborasi itu melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, Pemerintah Nagari, masyarakat, Fakultas Teknik Universitas Andalas (FT Unand), PLN, Bank Nagari, PT Semen Padang serta berbagai unsur lainnya.
“Ini adalah buah daripada persatuan, kekompakan, kerja sama dan sinergi. Ketika kompak dan bersatu, Insya Allah tidak ada yang berat,” katanya.
Namun, keberadaan fasilitas tersebut juga membawa tanggung jawab baru bagi masyarakat.
Mahyeldi meminta jaringan pompanisasi dan pipa yang dibangun dijaga serta dirawat secara bersama-sama.