Bagi Mahyeldi, Syaiful Bahri bukan sosok yang baru dikenalnya ketika keduanya berada dalam lingkungan Pemprov Sumbar. Hubungan dan interaksi keduanya telah berlangsung sejak Mahyeldi masih menjabat sebagai Wali Kota Padang.
Pengalaman tersebut membuat Mahyeldi mengetahui langsung bagaimana almarhum menjalankan berbagai amanah yang diberikan kepadanya.
Ia menyebut Syaiful Bahri sebagai pribadi yang baik sekaligus memiliki dedikasi dalam melaksanakan tugas pemerintahan.
“Beliau adalah pribadi yang baik dan penuh dedikasi. Sejak saya menjabat sebagai Wali Kota Padang, saya sudah mengenal beliau dan mempercayakan berbagai posisi dan tugas kepada beliau. Semua tugas dijalankan dengan baik dan penuh dedikasi,” ucap Gubernur.
Menurut Mahyeldi, perjalanan pengabdian Syaiful Bahri dalam menjalankan berbagai amanah pemerintahan telah memberikan kontribusi bagi daerah.
Dedikasi tersebut, katanya, tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan tugas di lingkungan pemerintahan, tetapi juga dalam pengabdiannya kepada masyarakat Sumbar.
Karena itu, wafatnya Syaiful Bahri dinilai menjadi kehilangan yang dirasakan lebih luas.
Tidak hanya keluarga yang ditinggalkan, Pemprov Sumbar dan masyarakat juga kehilangan sosok yang selama menjalankan amanah dinilai memberikan kontribusi melalui tugas dan pengabdiannya.