berita

Longsor Ancam Jalan Padang-Painan-Kambang, BPJN Sumbar Tangani 3 Lokasi Rawan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:01 WIB
penanganan longsoran dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3. Tiga titik yang menjadi lokasi pekerjaan berada di KM 39+600 Barung-Barung Balantai, KM 94+650 IV Koto Hilia, dan KM 109+450 IV Koto Hilia. (Foto: BPJN Sumbar)



Angka tersebut berada di atas rencana pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan sebesar 82,07 persen. Dengan demikian, terdapat deviasi positif sebesar 0,44 persen antara realisasi dan rencana pekerjaan.





Capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan penanganan longsoran berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Pekerjaan terus diarahkan untuk memperkuat kondisi lereng pada lokasi yang telah ditentukan.





Penggunaan RWC menjadi bagian penting dalam pekerjaan karena konstruksi dinding penahan tanah beton berfungsi menjaga lereng agar lebih stabil. Struktur tersebut juga dirancang untuk menahan tekanan lateral tanah yang dapat memengaruhi kestabilan lereng.





Penanganan ini sekaligus menjadi langkah untuk mengurangi potensi terjadinya longsor susulan. Jika kondisi lereng dapat diperkuat dan distabilkan, risiko gangguan terhadap badan jalan maupun keselamatan pengguna jalan dapat ditekan.





BPJN Sumatera Barat melalui PPK 2.3 terus menjalankan pekerjaan pada tiga lokasi tersebut sebagai bagian dari pemeliharaan dan peningkatan keamanan jalan nasional. Penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lereng yang memiliki potensi pergerakan tanah.





Selain berkaitan dengan kondisi fisik jalan, pekerjaan tersebut juga memiliki kaitan dengan kelancaran aktivitas masyarakat yang menggunakan ruas Padang-Painan-Kambang. Jalan nasional menjadi jalur mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pergerakan distribusi barang.





Karena itu, kondisi lereng di sepanjang ruas tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu dijaga. Penanganan longsoran di KM 39+600 Barung-Barung Balantai, KM 94+650 IV Koto Hilia, dan KM 109+450 IV Koto Hilia diarahkan agar fungsi jalan tetap dapat berjalan dengan baik.





Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai 82,51 persen atau lebih tinggi 0,44 persen dari rencana 82,07 persen, penanganan tiga lokasi longsoran tersebut terus dilanjutkan. BPJN Sumatera Barat berupaya memastikan lereng menjadi lebih stabil dan fungsi jalan nasional tetap terjaga.

Halaman:

Tags

Terkini