Dengan sejumlah program tersebut, penyaluran zakat Baznas mencakup berbagai kebutuhan penerima, mulai dari tempat tinggal, pendidikan, hingga dukungan untuk pengembangan usaha. Selain zakat, Baznas Kota Bukittinggi juga menghimpun dana infak yang ditujukan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT.
Yandri menyebut Baznas berhasil mengumpulkan infak sebesar Rp10 juta. Dana tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur.
Kepala Kemenag Kota Bukittinggi Irwan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dan Baznas atas komitmen dalam membantu masyarakat melalui penyaluran zakat.
Menurut dia, bantuan usaha yang diberikan kepada penerima diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulus agar penerima dapat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kondisi perekonomiannya.
Dukungan melalui bantuan usaha dinilai dapat memberikan ruang bagi penerima untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara lebih mandiri. Karena itu, penerima diharapkan dapat memanfaatkan bantuan yang telah diberikan sesuai kebutuhan pengembangan usahanya.
Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Rismal Hadi mengatakan, penyaluran zakat melalui Baznas merupakan bagian dari bentuk transparansi sekaligus pertanggungjawaban kepada para muzakki dan masyarakat.
Rismal mengapresiasi penyaluran zakat yang mencakup sejumlah sektor. Bantuan tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk modal usaha, tetapi juga menyasar pembangunan rumah tidak layak huni, pendidikan, serta infak bagi masyarakat yang terdampak bencana.
"Bantuan yang diberikan agar betul-betul dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan penerima," ujarnya.