berita

73 PNS Padang Panjang Ikuti Seminar Persiapan Purna Bakti, Dibekali Hadapi Masa Pensiun

Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:07 WIB
Sebanyak 73 calon purna bakti PNS Padang Panjang mengikuti Seminar Persiapan Purna Bakti PNS yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang Panjang. Kegiatan tersebut berlangsung di Dempo Anailand Malibou Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (21/8/2026). (Foto: Pemko Padang Panjang)


Sumbardaily.com - Sebanyak 73 calon purna bakti PNS Padang Panjang mengikuti Seminar Persiapan Purna Bakti PNS yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang Panjang. Kegiatan tersebut berlangsung di Dempo Anailand Malibou Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (21/8/2026).





Seminar ini digelar sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Padang Panjang memberikan pembekalan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang akan memasuki masa purna bakti. Para peserta tidak hanya diarahkan untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan rutinitas setelah tidak lagi menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga didorong agar mampu menjalani fase kehidupan berikutnya secara positif, produktif, dan bermakna.





Dalam kegiatan tersebut, para calon purna bakti mendapatkan pembekalan dari coach yang berasal dari Tim ESQ Jakarta. Materi yang diberikan mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap masa pensiun.





Purna bakti tidak ditempatkan sebagai akhir dari perjalanan pengabdian. Sebaliknya, masa tersebut dipandang sebagai fase baru yang masih dapat diisi dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.





Kegiatan seminar dibuka secara daring melalui Zoom Meeting oleh Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis. Dalam sambutannya, Hendri menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.





Menurutnya, persiapan menghadapi masa purna bakti merupakan hal penting agar para ASN dapat memasuki masa tersebut dengan kesiapan yang lebih baik. Persiapan itu mencakup kesiapan mental sekaligus perencanaan kehidupan setelah tidak lagi menjalankan tugas kedinasan.





“Purna bakti bukan berarti berakhirnya pengabdian. Masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat dan lingkungan,” ujar Wako Hendri.


Halaman:

Tags

Terkini