Materi dan praktik dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal kepada pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi dalam kegiatan bisnis. Penguasaan pemasaran digital juga menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih luas.
Sejumlah pejabat dan perwakilan organisasi turut menghadiri pembukaan kegiatan. Mereka antara lain Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Anton Wira Tanjung, Ketua Badan Pengawas Periklanan P3I Dwi Hatmanto, Sekjen IRPIL Yudha Hari Radithe, Ketua Bidang Agensi IDA Yamra Prajna, serta Sekretaris Pengurus P3I Sumbar Yulviade.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan organisasi yang bergerak di bidang ekonomi kreatif serta digital, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian materi. Peserta juga didorong memaksimalkan forum diskusi dan praktik langsung selama kegiatan.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun kemampuan pelaku UMKM Padang Pariaman agar lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan perkembangan tren ekonomi kreatif global.
Dengan penguatan digital marketing, perluasan jangkauan pasar, kemudahan akses pembiayaan, serta percepatan sertifikasi halal, pelaku UMKM diharapkan memiliki modal yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha.
Pemkab Padang Pariaman dan Kemenkraf/Bekraf RI juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana hidrometeorologi akhir 2025. Pada akhirnya, Padang Pariaman diharapkan mampu menjadi percontohan pemulihan ekonomi berbasis digital yang dapat diterapkan oleh daerah lain. (*)