Menurut dia, percepatan realisasi anggaran tidak boleh hanya berorientasi pada tingginya serapan. Pelaksanaan program tetap harus memperhatikan kualitas sehingga anggaran yang telah dialokasikan pemerintah daerah benar-benar menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Karena itu, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) diminta tidak berhenti pada pemantauan serapan anggaran. Mereka juga harus memastikan kegiatan yang menjadi tanggung jawab masing-masing berjalan sesuai target, tepat sasaran, serta memberikan dampak terhadap pelayanan dan pembangunan daerah.
“Yang paling penting bukan hanya anggarannya terserap, tetapi kegiatan terlaksana dengan baik dan manfaatnya sampai kepada masyarakat,” ujarnya.
Penekanan tersebut membuat evaluasi tidak sekadar menjadi forum untuk melihat angka realisasi anggaran. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga menjadikan rapat tersebut sebagai sarana untuk memastikan program yang telah disusun benar-benar bergerak dan menghasilkan manfaat sesuai tujuan pembangunan daerah.
Selain mempercepat kegiatan yang belum terealisasi, Bupati meminta adanya koordinasi yang lebih kuat antarpemerintah daerah. Koordinasi lintas perangkat daerah dinilai penting untuk mengatasi berbagai persoalan yang muncul dalam proses pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Setiap kendala yang berpotensi menghambat program diminta segera diketahui dan dicarikan penyelesaiannya. Dengan begitu, persoalan yang muncul tidak berlarut-larut hingga menyebabkan kegiatan mengalami keterlambatan.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui evaluasi tersebut berupaya menjaga pelaksanaan APBD Tahun 2026 tetap berjalan efektif, efisien, dan sesuai waktu yang telah ditetapkan. Percepatan juga diarahkan agar berbagai program pembangunan yang sudah direncanakan dapat segera diwujudkan.
Rapat evaluasi kegiatan dan anggaran Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya Pemkab Padang Pariaman menjaga ritme pembangunan daerah. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap rupiah dalam anggaran daerah tidak berhenti pada proses administrasi atau sekadar tercatat sebagai serapan, tetapi diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (*)