Menurutnya, keluarga harus menjadi tempat yang mampu memberikan rasa aman sekaligus mendukung anak untuk tumbuh sesuai dengan potensi yang dimiliki. Ia juga menilai komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak perlu terus dibangun agar berbagai persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui sejak dini dan segera ditangani.
"Anak-anak harus tumbuh menjadi pribadi yang berani menyampaikan pendapat, berani meraih cita-cita, serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku negatif lainnya," ujar Ny. Maria.
Ia menambahkan, mewujudkan lingkungan yang ramah anak tidak hanya berarti melindungi mereka dari tindakan kekerasan. Anak juga membutuhkan kasih sayang, perhatian, pendidikan yang layak, serta suasana yang membuat mereka merasa dihargai dan bahagia dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Ny. Maria, hubungan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak merupakan salah satu benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan menjadi tempat pertama bagi anak untuk berbagi cerita, mencari pertolongan, serta memperoleh dukungan ketika menghadapi masalah.
Ia menilai pendekatan tersebut dapat memperkuat ikatan dalam keluarga sekaligus membantu anak merasa lebih aman ketika menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekitar.
"Perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Setiap anak berhak memperoleh rasa aman, pendidikan yang layak, layanan kesehatan, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, maupun pernikahan usia anak," tuturnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kota Padang Panjang berharap keterlibatan masyarakat dalam perlindungan anak semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, TP-PKK, keluarga, sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan kekerasan terhadap anak maupun perkawinan usia anak, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung lahirnya generasi yang sehat, berkualitas, serta memiliki daya saing di masa depan. (*)