berita

KM Halim Wijaya Mati Mesin di Laut Pariaman, Tim SAR Gabungan Bergerak di Tengah Hujan Deras

Rabu, 5 Agustus 2026 | 23:15 WIB
KN Yudistira diberangkatkan Kantor SAR Padang untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap KM Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Rabu (5/8/2026) malam. (Dok. Basarnas)


Sumbardaily.com - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap kapal nelayan KM Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), berlangsung di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Hujan dan gelombang laut hingga 2,5 meter menjadi tantangan bagi Kantor SAR Padang dalam menjangkau lokasi kapal.





Kapal berukuran panjang 17 meter dengan warna merah biru tersebut diketahui membawa dua orang saat berlayar dari Sasak, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menuju kawasan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Kapal kemudian mengalami mati mesin ketika berada di perjalanan.





Kepala Kantor SAR Padang sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik mengatakan, operasi SAR kecelakaan kapal tersebut setelah adanya informasi dari pemilik KM Halim Wijaya, Medri, pada Rabu (5/8/2026) pukul 22.02 WIB.





Berdasarkan laporan tersebut, posisi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 0°42'46,56"S - 100°6'10.52"T. Lokasi pencarian berjarak sekitar 25,70 nautical mile (Nm) dalam garis lurus dari KN Yudistira, dengan radial 316,65 derajat ke arah barat laut.





"Dua orang yang berada di atas KM Halim Wijaya masing-masing bernama Ali (60) dan Sapriadi (45)," kata Malik.





Peristiwa tersebut, katanya, bermula pada Rabu (5/8/2026). Sekitar pukul 10.00 WIB, KM Halim Wijaya yang membawa dua orang berangkat dari Sasak, Pasaman Barat, dengan tujuan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.





Perjalanan kapal berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, kapal mengalami mati mesin. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju Bungus Teluk Kabung terhenti.


Halaman:

Tags

Terkini