berita

Dinkes Pesisir Selatan Pacu Tracing TBC di 119 Nagari, Targetkan Deteksi Dini Lebih Cepat

Senin, 3 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Ilustrasi Kasus TBC (Foto: Shutterstock)


Sumbardaily.com - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit melalui percepatan tracing tuberkulosis (TBC), penguatan validasi data kesehatan, serta peningkatan koordinasi lintas sektor.





Langkah tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tingkat Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Painan, Minggu (2/8/2026).





Forum tersebut menjadi momentum bagi Dinkes PPKB Pesisir Selatan untuk menyatukan langkah seluruh unsur pelayanan kesehatan, mulai dari dinas kesehatan, rumah sakit rujukan, puskesmas, hingga kader kesehatan di tingkat nagari.





Penguatan kolaborasi dinilai penting agar setiap program pencegahan dan pengendalian penyakit dapat berjalan lebih efektif dengan dukungan data lapangan yang akurat.





Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, S.ST., M.M., mengatakan dinamika penyakit menular maupun penyakit tidak menular membutuhkan penanganan yang terukur. Menurutnya, pengawasan yang baik harus diikuti dengan pelaksanaan program yang tepat sasaran agar hasil intervensi kesehatan semakin optimal.





Dalam pemaparannya, Agustina menekankan bahwa sinergi teknis antar fasilitas pelayanan kesehatan menjadi kunci keberhasilan berbagai program kesehatan masyarakat. Karena itu, koordinasi antara rumah sakit, puskesmas, dan tenaga kesehatan di lapangan harus terus diperkuat.





Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan hasil evaluasi hingga Juli 2026, penemuan terduga TBC di daerah tersebut telah mencapai 4.154 kasus atau 42 persen dari target. Sementara itu, penemuan kasus baru tercatat sebanyak 684 orang atau 41 persen, sedangkan angka keberhasilan pengobatan (cure rate) mencapai 95 persen.


Halaman:

Tags

Terkini