Program ini dirancang sebagai pusat keunggulan pendidikan dengan menerapkan kurikulum berstandar internasional berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Selain mengedepankan penguasaan sains dan teknologi, konsep pembelajaran di SNT juga diperkuat dengan penguasaan berbagai bahasa serta pendidikan karakter untuk meningkatkan daya saing peserta didik di tingkat global.
Sekolah ini akan menyelenggarakan pendidikan secara terintegrasi mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam satu kawasan pendidikan.
Pada tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di 37 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Masing-masing daerah memperoleh alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp250 miliar yang sepenuhnya dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Hingga saat ini, baru 16 kabupaten/kota yang berhasil menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi melalui penandatanganan NPHD. Kabupaten Dharmasraya menjadi salah satu daerah yang telah menuntaskan proses tersebut, sementara daerah lainnya masih menyelesaikan tahapan administrasi.
Di Kabupaten Dharmasraya, Sekolah Nasional Terintegrasi akan dibangun di kawasan Sport Center Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, pada lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya.
Lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis dan berada relatif di tengah wilayah kabupaten. Dengan posisi tersebut, akses menuju sekolah diharapkan lebih merata sehingga peserta didik dari seluruh kecamatan dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati layanan pendidikan berkualitas.
Keberhasilan Dharmasraya menjadi salah satu daerah penerima pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan hasil sinergi dan komunikasi intensif yang dibangun Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama pemerintah pusat.