Sumbardaily.com – Langkah inovatif dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak panti asuhan terus dimunculkan oleh kalangan akademisi. Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM PM) Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan terobosan edukatif berbasis psikososial melalui sebuah program bertajuk Program Risebi.
Inisiatif intervensi psikososial ini menginternalisasi filosofi Jepang, Wabi-Sabi, dan menyasar anak-anak penghuni Panti Asuhan Azzahra Jannah yang berlokasi di Kota Padang.
Dalam pelaksanaannya, salah satu agenda utama yang menarik perhatian publik adalah sesi bertajuk Rise to Know Me. Agenda ini dirancang secara khusus untuk menguatkan self-awareness atau kesadaran diri para peserta melalui media edukatif yang amat interaktif, yakni Jurnal Barito, singkatan dari Barani Carito serta sebuah modul edukasi berupa permainan Talkea (Talk & Expression Area).
Kedua instrumen pembelajaran ini diciptakan khusus guna membantu anak-anak mengenali spektrum emosi mereka, memahami kepribadian diri, serta menumbuhkan keberanian berbicara untuk mengekspresikan perasaan secara positif.
Saat memanfaatkan Jurnal Barito, setiap anak diajak menumpahkan rentetan pengalaman harian, pemikiran pribadi, hingga gejolak perasaan yang mereka alami ke dalam bentuk tulisan sebagai sarana refleksi diri.
Sementara itu, dalam permainan Talkea, suasana belajar dibuat menyenangkan melalui aktivitas berdiskusi kelompok, penyelesaian berbagai tantangan menarik, hingga momen saling berbagi cerita pribadi.
Aktivitas ini secara bertahap menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk melatih keterampilan berkomunikasi sekaligus menyelami kondisi emosional masing-masing.