Edvidel menjelaskan bahwa Simphoni Pangan dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan harga dan pasokan pangan strategis sehingga pemerintah memiliki data yang cepat, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan dalam menentukan kebijakan.
Selain menjadi pendukung kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sistem tersebut juga memiliki kemampuan mendeteksi lebih dini potensi gejolak harga, ancaman kelangkaan pasokan, maupun gangguan distribusi pangan melalui mekanisme peringatan dini.
Informasi mengenai perkembangan harga pangan nantinya akan disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai saluran informasi, di antaranya aplikasi MyKoPay, media sosial Dinas Ketahanan Pangan, laman resmi Pemerintah Kota Payakumbuh, hingga siaran radio.
"Melalui Gerakan Pangan Murah dan Simphoni Pangan, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, tetapi juga mendapatkan akses informasi harga pangan yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau sehingga stabilitas pasokan, harga, dan ketahanan pangan daerah dapat terus terpelihara," ujar Edvidel.
Tingginya antusiasme masyarakat sejak pagi hingga pelaksanaan kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa Gerakan Pangan Murah masih menjadi salah satu program yang efektif dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program tersebut sekaligus dinilai mampu memperkuat stabilitas harga, menjaga pasokan pangan, serta mendukung pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dipadukan dengan inovasi Simphoni Pangan, Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat sistem pengendalian pangan yang lebih adaptif, responsif, dan berbasis data. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung terciptanya stabilitas ekonomi yang berkelanjutan di Kota Payakumbuh. (*)