berita

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh Jadi Andalan Kendalikan Inflasi, Ribuan Kilogram Beras Dijual Murah

Kamis, 23 Juli 2026 | 09:08 WIB
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Payakumbuh Barat, Rabu (22/7/2026). (Foto: Pemko Payakumbuh)


Sumbardaily.com - Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan menggelar Gerakan Pangan Murah sekaligus meluncurkan inovasi Simphoni Pangan (Sistem Monitoring Perkembangan Harga dan Informasi Pangan).





Dua program tersebut menjadi strategi terbaru pemerintah daerah dalam memperkuat pengendalian inflasi, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga melalui sistem pemantauan yang lebih cepat dan berbasis data.





Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Payakumbuh Barat, Rabu (22/7/2026), mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sejak pagi, warga telah memadati lokasi untuk memperoleh berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. Program ini khusus diperuntukkan bagi masyarakat Kota Payakumbuh dengan menunjukkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).





Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dalam memperkuat stabilitas pasokan dan harga pangan melalui kolaborasi bersama Perum Bulog, kelompok tani, pelaku usaha pangan, distributor, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.





Mewakili Wali Kota Payakumbuh, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Yasrizal menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.





"Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya pemerintah memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. Bersama seluruh pemangku kepentingan, pemerintah juga terus menjaga ketersediaan komoditas pangan strategis seperti beras, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, dan kebutuhan pokok lainnya agar pasokan tetap aman dan harga tetap stabil," katanya.





Menurut Yasrizal, pelaksanaan program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan bahan pangan dengan harga murah, tetapi juga menjadi langkah antisipasi menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi sektor pangan, termasuk dampak perubahan iklim terhadap produksi maupun distribusi pangan.


Halaman:

Tags

Terkini