berita

El Nino Kian Menguat, Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Dilanda Kemarau

Senin, 20 Juli 2026 | 10:08 WIB
Ilustrasi Musim Kemarau (Foto: Pexels)




Untuk periode 17-19 Juli 2026, cuaca secara umum diperkirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Namun masyarakat diminta mewaspadai hujan dengan intensitas sedang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Pegunungan, dan Papua.





Pada periode yang sama, BMKG tidak menetapkan status Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat. Namun potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Gorontalo, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, serta Papua Barat.





Sementara itu, pada periode 20-23 Juli 2026, cuaca Indonesia masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan sedang diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.





Pada periode tersebut, BMKG juga tidak mengeluarkan status Siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat. Meski demikian, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Banten dan Jawa Barat.





BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan seiring semakin dominannya musim kemarau. Masyarakat diminta menggunakan pelindung atau tabir surya untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan.





Dalam imbauannya, BMKG menyatakan, "Masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering."





BMKG juga mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik panas serta potensi kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering.


Halaman:

Tags

Terkini