Hal serupa juga disampaikan Joe (45). Ia datang bersama istri dan kedua anaknya untuk mengantar mereka ke sekolah pada hari pertama masuk.
Joe menjelaskan, dua anaknya saat ini menempuh pendidikan di SD Islam Al Azhar 32 Padang, masing-masing berada di kelas 1 dan kelas 6. Meski dirinya telah terbiasa mengantar anak ke sekolah, kali ini seluruh anggota keluarga memilih datang bersama sebagai bentuk dukungan yang lebih berkesan.
Menurut Joe, kebersamaan keluarga pada hari pertama sekolah diharapkan dapat memberikan semangat tambahan kepada anak-anak saat memulai aktivitas belajar di tahun ajaran baru.
"Biasanya saya memang sering mengantar anak ke sekolah, tetapi tidak bersama seluruh anggota keluarga seperti hari ini. Kami ingin menunjukkan bahwa semua anggota keluarga mendukung mereka. Mudah-mudahan ini bisa menambah semangat dan rasa percaya diri anak saat memulai tahun ajaran baru," katanya.
Joe juga mengaku terdorong mengikuti gerakan tersebut setelah menyaksikan video imbauan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang disampaikan melalui berbagai platform media sosial. Baginya, ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa peran ayah dalam pendidikan anak perlu terus diperkuat.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengimbau para ayah untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sebagai bentuk dukungan terhadap proses tumbuh kembang dan pendidikan anak. Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Mahyeldi Ansharullah melalui berbagai kanal komunikasi pemerintah, termasuk media sosial.
Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN mengenai Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah. Kedua gerakan itu menjadi bagian dari Program Prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Melalui gerakan tersebut, pemerintah berharap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak semakin meningkat. Kehadiran ayah sejak hari pertama sekolah diharapkan mampu membangun rasa percaya diri anak, meningkatkan motivasi belajar, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas sejak usia dini. (*)