berita

Pelatihan Batik Cap di Pariaman Siapkan Industri Rumah Tangga Baru, Peserta Dapat Peralatan Lengkap

Rabu, 8 Juli 2026 | 12:13 WIB
Sebanyak 20 warga dari berbagai kecamatan di Kota Pariaman mengikuti Pelatihan Pembuatan Batik Cap yang digelar di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Selasa (7/7/2026). (Foto: Pemko Pariaman)


Sumbardaily.com - Sebanyak 20 warga dari berbagai kecamatan di Kota Pariaman mengikuti Pelatihan Pembuatan Batik Cap yang digelar di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pariaman, Selasa (7/7/2026).





Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya industri rumah tangga baru melalui peningkatan keterampilan masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan batik khas daerah.





Pelatihan ini tidak hanya memberikan kemampuan teknis membuat batik cap, tetapi juga membekali seluruh peserta dengan paket peralatan usaha lengkap sehingga setelah pelatihan berakhir mereka memiliki modal awal untuk memulai usaha dari rumah masing-masing.





Saat membuka kegiatan, Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.





Menurutnya, Pemerintah Kota Pariaman bersama Wakil Wali Kota memiliki program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga yang diarahkan agar setiap keluarga memiliki keterampilan untuk membangun usaha berbasis rumah.






"Kami bersama Wakil Walikota Pariaman mempunyai program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. Program ini bertujuan untuk memberdayakan setiap rumah tangga dengan keterampilan untuk mendirikan usaha kecil berbasis rumah, seperti pembuatan batik maupun aneka makanan yang bervariasi," ujar Yota Balad.






Ia menjelaskan, pelatihan batik cap diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memperoleh peluang meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha yang dijalankan dari tempat tinggal masing-masing.


Halaman:

Tags

Terkini