berita

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pemkab Dharmasraya Ajak Nahdlatul Ulama Bangun Daerah

Selasa, 23 Juni 2026 | 17:06 WIB
Sekda Dharmasraya Medison bersama Pengurus NU Cabang Dharmasraya. (Foto: Pemkab Dharmasraya)


Sumbardaily.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mengajak Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah di tengah tekanan ekonomi global yang berdampak pada kebijakan efisiensi anggaran. Sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial di daerah.





Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Dharmasraya, Medison, saat mewakili Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam Pelantikan dan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) I Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Dharmasraya periode 2026–2031 yang berlangsung di Auditorium Dharmasraya, Pulau Punjung, Senin (23/6).





Kegiatan yang mengangkat tema “Berkhidmah dengan Kerja Nyata, Terukur dan Terencana, Menuju Kemandirian Jam’iyyah” itu menjadi momentum penting bagi NU untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.





Dalam sambutan Bupati Dharmasraya yang dibacakan Medison, pemerintah daerah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PCNU Kabupaten Dharmasraya yang baru dilantik. Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada umat dan daerah.





Adapun kepengurusan PCNU Kabupaten Dharmasraya Masa Khidmat 2026–2031 dipimpin oleh K. M. Syarwan Syarif sebagai Rais Syuriyah dan A. Faizin, sebagai Ketua Tanfidziyah. Struktur kepengurusan inti juga diperkuat oleh Bud Sukardi sebagai Katib Syuriyah, Hendri Yamtiko Jati sebagai Sekretaris, serta Haryanto, sebagai Bendahara.





Menurut Medison, organisasi sebesar Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap program yang dirancang harus memiliki target yang jelas dan dapat diukur keberhasilannya.





“NU bukan hanya slogan organisasi untuk menyatukan visi, tetapi harus bergerak ke dalam misi yang terukur dengan menghadirkan solusi nyata di tengah umat,” ujar Medison, dikutip Selasa (23/6/2026).


Halaman:

Tags

Terkini