Tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, penanganan bencana yang dilakukan FOZ juga melibatkan ribuan relawan dari berbagai lembaga anggota dalam kegiatan pencarian dan pertolongan. Selain itu, layanan pengungsian dan perlindungan telah menjangkau sebanyak 2.268 penerima manfaat.
Wildhan mengatakan, respons kemanusiaan yang dilakukan lembaga amil zakat saat ini tidak lagi berfokus pada penanganan darurat semata. Seiring berjalannya waktu, perhatian kini diarahkan pada proses pemulihan dan pembangunan kembali sarana yang rusak akibat bencana.
Pembangunan rumah, masjid, sekolah, dan berbagai fasilitas lainnya menjadi bagian dari langkah rekonstruksi yang sedang dijalankan guna membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas secara normal.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Salah satu bentuk sinergi yang dilakukan adalah kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa keberadaan Lembaga Amil Zakat maupun Badan Amil Zakat Nasional memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
"Kementerian Agama terus memperkuat tata kelola filantropi Islam melalui kebijakan, regulasi, pembinaan, dan pengawasan agar pengelolaan zakat semakin profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat," kata Abu Rokhmad.
Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap filantropi Islam terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat yang pada akhirnya dapat memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Abu Rokhmad menyebut upaya tersebut sejalan dengan penguatan ekosistem filantropi Islam yang terus didorong oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dengan penghimpunan zakat yang semakin optimal, berbagai program sosial dan pemberdayaan diyakini dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.