Gani Agustiawan menjelaskan bahwa proses pengembangan diawali dengan analisis kebutuhan pengguna, kemudian dilanjutkan dengan perancangan sistem, pengembangan aplikasi, hingga tahap pengujian.
"Pengembangan ADAMINDA dilakukan melalui beberapa tahapan penting, mulai dari analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan aplikasi, hingga pengujian agar menghasilkan platform yang mudah digunakan dan mampu menjawab kebutuhan pengelolaan data daerah secara terintegrasi," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ADAMINDA dibangun menggunakan teknologi Application Programming Interface (API) yang memungkinkan integrasi data dari berbagai sumber dan perangkat daerah dalam satu platform yang terhubung secara real-time.
Pemanfaatan teknologi API tersebut menjadi komponen utama yang memungkinkan sistem bekerja lebih cepat, fleksibel, dan mudah diakses oleh pengguna.
"ADAMINDA dirancang agar mudah digunakan, memiliki akses yang cepat, serta memberikan manfaat yang nyata bagi OPD maupun masyarakat luas. Dengan teknologi yang terintegrasi, pengguna dapat memperoleh data yang dibutuhkan secara lebih praktis dan akurat," kata Gani.
Lebih lanjut, Gani menyebut ADAMINDA merupakan sistem digital yang dirancang untuk mengelola, mengintegrasikan, serta menyediakan akses terhadap berbagai data daerah Kabupaten Pasaman secara terpadu. Kehadiran platform ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi pembangunan daerah yang mendukung kebutuhan perencanaan maupun evaluasi pembangunan.
Menurutnya, manfaat aplikasi tersebut tidak hanya terbatas pada pengelolaan data, tetapi juga berperan sebagai instrumen penting dalam mempercepat proses pengambilan keputusan di lingkungan pemerintah daerah.
"Melalui ADAMINDA, pemerintah dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat karena didukung oleh data yang valid dan terkini. Di sisi lain, sistem ini juga meningkatkan efisiensi kerja serta transparansi layanan publik kepada masyarakat," jelasnya.