Selain fokus pada keterjangkauan internet, pemerintah juga terus berupaya mengurangi kesenjangan digital yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut dilakukan melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang semakin merata.
Pembangunan tersebut mencakup pengembangan jaringan serat optik, pembangunan Base Transceiver Station (BTS), serta pemanfaatan teknologi satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO). Teknologi ini diharapkan mampu menjangkau wilayah yang selama ini sulit dilayani oleh jaringan terestrial.
Meski demikian, Nezar menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh tersedianya jaringan internet. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan konektivitas yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Konektivitas yang bermakna memberikan dampak kepada kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya. Itu sebabnya saat ini Kementerian Komdigi mencoba berfokus pada pembangunan talenta," ungkapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Komdigi tidak hanya membangun infrastruktur digital, tetapi juga memperkuat pengembangan talenta digital. Upaya ini dilakukan agar masyarakat memiliki kemampuan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.
Pengembangan sumber daya manusia digital dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi percepatan transformasi teknologi yang terus berkembang. Dengan kemampuan digital yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan konektivitas yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Nezar menilai kombinasi antara internet yang semakin terjangkau, konektivitas yang merata, dan talenta digital yang kompeten akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.
Menurutnya, ketiga aspek tersebut akan saling melengkapi dalam mempercepat pemanfaatan teknologi digital di berbagai sektor sekaligus mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.