berita

Buku Authentic Halal Brand Ungkap Strategi Wardah dan Kahf Bangun Kepercayaan Konsumen

Selasa, 26 Mei 2026 | 10:05 WIB
Peluncuran buku Authentic Halal Brand yang digelar IHATEC Publisher di Jakarta, 20 Mei 2026, menyoroti perkembangan konsep halal sebagai fondasi kepercayaan dan strategi bisnis berkelanjutan. (Foto: Paragon)


Sumbardaily.com - Konsep halal kini dinilai mengalami perkembangan signifikan di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap transparansi, integritas, dan nilai yang diusung sebuah brand. Halal tidak lagi sekadar dipahami sebagai sertifikasi produk, melainkan berkembang menjadi fondasi kepercayaan sekaligus arah strategis bisnis yang dijalankan secara menyeluruh.





Fenomena tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam peluncuran buku Authentic Halal Brand: Dilengkapi Studi Kasus Merek yang Mengusung Nilai-nilai Halal terbitan IHATEC Publisher. Buku tersebut resmi diluncurkan pada 20 Mei 2026 dan mengangkat berbagai contoh implementasi nilai halal dalam praktik bisnis modern.





Di tengah berkembangnya industri halal global dan meningkatnya perhatian terhadap value-driven brand, konsep halal disebut semakin dipahami sebagai representasi transparansi, tanggung jawab, dan integritas brand secara utuh. Kondisi itu mendorong banyak perusahaan mulai membangun pendekatan yang lebih autentik dalam menghadirkan nilai halal kepada konsumen.





Dalam buku tersebut, dua brand milik ParagonCorp, yakni Wardah dan Kahf, mendapat perhatian khusus sebagai contoh brand yang dinilai berhasil mengimplementasikan konsep Authentic Halal Brand secara menyeluruh.





Kedua brand tersebut bahkan ditempatkan pada tingkat maturitas tertinggi, yaitu Level 4 Authentic Halal Brand. Penilaian tersebut diberikan karena Wardah dan Kahf dinilai mampu menghadirkan nilai halal secara konsisten dalam proses bisnis, komunikasi brand, hingga kontribusi sosial yang berkelanjutan.





Founder & CEO Inspark Indonesia sekaligus penggagas konsep Authentic Halal Brand, Dr. Wahyu T. Setyobudi, mengatakan bahwa perkembangan industri halal membuat brand tidak cukup hanya memenuhi aspek kepatuhan semata. Menurutnya, brand juga harus mampu menghadirkan nilai halal secara konsisten dalam identitas dan pengalaman yang dirasakan konsumen.





“Authentic Halal Brand tumbuh dari kepedulian nyata sebuah brand untuk menjadikan nilai halal bukan sekadar atribut, melainkan value yang menyatu, menghidupkan arah bisnis, budaya, inovasi, hingga makna yang dirasakan konsumen,” ujar Dr. Wahyu T. Setyobudi.


Halaman:

Tags

Terkini