berita

Bio Solar Langka di Pasaman Barat Picu Antrean Panjang, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter

Minggu, 17 Mei 2026 | 18:15 WIB
Ilustrasi minyak mentah. (Foto: Freepik)


Sumbardaily.com – Kelangkaan BBM subsidi jenis Bio Solar di Pasaman Barat mulai dikeluhkan masyarakat setelah antrean panjang kendaraan diesel terlihat di sejumlah SPBU, terutama di kawasan Simpang Empat. Di tengah sulitnya mendapatkan BBM subsidi tersebut, harga Bio Solar di tingkat pengecer justru melonjak hingga mencapai Rp15 ribu per liter.





Merespons kondisi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM melakukan inspeksi mendadak ke SPBU Simpang Empat pada Rabu (13/5/2026). Dalam sidak tersebut, tim menemukan antrean kendaraan diesel mengular hingga ke badan jalan.





Pihak SPBU membenarkan adanya antrean panjang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Namun, menurut pengelola SPBU, kondisi serupa tidak hanya terjadi di Pasaman Barat, melainkan juga di sejumlah SPBU lain di wilayah Sumatera Barat (Sumbar)





Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Pasaman Barat, Agusli, mengatakan kuota penyaluran BBM subsidi Bio Solar untuk SPBU Simpang Empat sebenarnya tidak mengalami pengurangan.





“Kuota tetap 16 ton per hari. Tidak ada pengurangan alokasi dari Pertamina,” ujar Agusli, dikutip Minggu (17/5/2026).





Ia menjelaskan lonjakan antrean dipicu meningkatnya permintaan Bio Solar subsidi akibat tingginya selisih harga dengan Dexlite non-subsidi. Saat ini, harga Bio Solar subsidi berada di angka Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite mencapai Rp27.150 per liter.





Perbedaan harga yang cukup jauh tersebut membuat banyak kendaraan yang sebelumnya menggunakan Dexlite beralih ke Bio Solar subsidi. Kondisi itu berdampak langsung pada meningkatnya antrean kendaraan di SPBU.


Halaman:

Tags

Terkini