Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menegaskan bahwa peningkatan permintaan bahan pokok menjelang Lebaran merupakan siklus tahunan yang tidak bisa dihindari.
Momentum tersebut, katanya, juga berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM melalui aktivitas pasar pabukoan.
“Setiap Ramadan hingga puncak Idulfitri, permintaan pangan pasti meningkat. Karena itu, kita siap menggelar GPM di seluruh kelurahan se-Kota Padang,” katanya.
Dari sisi pasokan, Perum Bulog Wilayah Sumbar memastikan distribusi bahan pokok dilakukan langsung melalui kantor kelurahan. Skema ini dirancang untuk meminimalkan biaya tambahan yang harus ditanggung masyarakat.
Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumbar, R Darma Wijaya, menjelaskan bahwa beras akan dijual dengan harga Rp12 ribu per kilogram atau Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram. Harga tersebut berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.100 per kilogram.
“Kami akan menjual beras Rp12 ribu per kilogram atau Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi Rp13.100 per kilogram. Setiap kelurahan juga dialokasikan sekitar 15-20 dus minyak goreng Minyakita dengan harga Rp15 ribu hingga Rp15.500 per liter untuk menekan fluktuasi harga dan menjaga stabilitas pangan di pasaran,” katanya.
Selain beras, setiap kelurahan akan menerima alokasi sekitar 15 hingga 20 dus minyak goreng merek MinyakKita dengan harga Rp15 ribu hingga Rp15.500 per liter. (red)