berita

Meriam Tua di Indarung: Jejak Sunyi Perang dan Ingatan Sejarah di Padang

Rabu, 11 Februari 2026 | 06:26 WIB
Meriam tua di lapangan golf PT Semen Padang. (Foto: Istimewa)


Sumbardaily.com, Padang – Dua meriam tua yang berdiri tegak di kawasan Lapangan Golf PT Semen Padang, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, menjadi penanda sunyi perjalanan sejarah panjang Sumatera Barat (Sumbar).





Tubuhnya telah berkarat, namun posisinya tak pernah bergeser sejak puluhan tahun lalu. Keberadaan meriam tersebut bukan sekadar artefak tua di ruang hijau modern, melainkan saksi bisu masa pendudukan Jepang dan dinamika Perang Dunia II yang pernah menyentuh kawasan industri strategis di Indarung.





Kawasan yang kini dikenal sebagai ruang olahraga dan rekreasi itu pada mulanya merupakan area tambang tanah liat milik PT Semen Padang dengan luas sekitar 50 hektare. Bentang alam yang dahulu dipenuhi bukit dan lubang galian telah berubah menjadi hamparan hijau yang teduh.





Pepohonan rindang tumbuh di berbagai sudut, menghadirkan ekosistem baru yang dihuni beragam satwa seperti elang ular bido, cekakak sungai, cekakak belukar, serta burung madu sriganti.





Rusa totol yang didatangkan dari Istana Bogor turut berkeliaran di kawasan tersebut, sementara di aliran sungai kecil di sekitar lapangan masih hidup ikan bilih, spesies endemik dari Danau Singkarak.





Di tengah lanskap yang tenang itu, dua meriam tua justru menghadirkan lapisan makna sejarah. Banyak pengunjung berhenti untuk melihat lebih dekat, mengabadikan foto, bahkan menjadikannya latar dokumentasi pernikahan.





Namun, tidak semua memahami bahwa meriam tersebut berkaitan erat dengan periode militerisasi Jepang di Sumbar pada 1942–1944, ketika wilayah ini menjadi bagian penting dari sistem pertahanan pantai barat Sumatera.


Halaman:

Tags

Terkini