Meriam Tua di Indarung: Jejak Sunyi Perang dan Ingatan Sejarah di Padang

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 11 Februari 2026 | 06:26 WIB
Meriam tua di lapangan golf PT Semen Padang. (Foto: Istimewa)
Meriam tua di lapangan golf PT Semen Padang. (Foto: Istimewa)



Ia juga menegaskan bahwa posisi meriam tidak pernah dipindahkan sejak kawasan tersebut masih berupa tambang hingga berubah menjadi lapangan golf. Sikap mempertahankan posisi asli ini menjadikan meriam tidak hanya sebagai benda peninggalan, tetapi juga penanda ruang historis.





PT Semen Padang memilih merawat keberadaan meriam sebagai bagian dari nilai sejarah kawasan. Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menyatakan bahwa peninggalan tersebut dipandang sebagai warisan yang patut dijaga.





Dengan demikian, lanskap Lapangan Golf PT Semen Padang tidak semata menghadirkan fungsi rekreasi, tetapi juga ruang ingatan kolektif tentang perang, kerja paksa, serta perjalanan panjang industri di Sumatera Barat.





Di tengah perubahan zaman dan wajah baru Kota Padang, dua meriam tua di Indarung tetap berdiri dalam diam. Karat yang menempel pada tubuhnya tidak menghapus makna sejarah yang dikandungnya.





Justru dari kesunyian itulah, ingatan tentang masa lalu—tentang pendudukan Jepang, serangan perang, dan ketahanan sebuah kawasan industri—terus terjaga bagi generasi yang datang kemudian. (*)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X