Pada masa tersebut, Jepang membangun berbagai infrastruktur militer di sejumlah wilayah, mulai dari bunker, gua perlindungan, rumah sakit militer, hingga meriam pertahanan yang tersebar di Padang, Painan, dan pesisir Pariaman.
Ratusan meriam peninggalan Jepang masih ditemukan di berbagai daerah Indonesia hingga kini. Sebagian tercatat sebagai situs sejarah, tetapi banyak pula yang tersisa tanpa prasasti maupun dokumentasi resmi, termasuk dua meriam di Indarung.
Secara fisik, masing-masing meriam memiliki panjang sekitar lima meter dengan diameter laras kurang lebih 60 sentimeter. Keduanya dipasang sejajar dari arah timur ke barat dengan jarak sekitar 30 meter. Meriam di sisi timur mengarah ke Bukit Batu Kapur PT Semen Padang, sedangkan meriam di sisi barat menghadap kawasan Pabrik Indarung VI.
Arah bidikan tersebut memunculkan berbagai kemungkinan fungsi, baik sebagai pertahanan kawasan industri, sarana latihan militer, maupun posisi siaga menghadapi ancaman udara.
Meski tertutup karat, sejumlah penanda produksi masih dapat dibaca. Salah satu meriam memuat tulisan “O.F. 3 INCH. 20 CWT. MK III” serta angka 1916 yang menunjukkan tahun pembuatannya pada era Perang Dunia I sebelum kemudian digunakan kembali oleh Jepang saat menguasai Hindia Belanda.
Meriam lainnya menyisakan kode samar “NᵒL/169”, sementara bagian lain telah tergerus usia. Tidak adanya prasasti maupun catatan resmi membuat keberadaan meriam tersebut menyimpan misteri sejarah yang belum sepenuhnya terungkap.
Catatan dalam buku 100 Tahun PT Semen Padang menjelaskan bahwa runtuhnya kekuasaan Belanda di Sumatera terjadi lebih cepat dibandingkan di Jawa. Pada Maret 1942, pasukan Jepang bergerak dari Aceh dan Medan menuju Bukittinggi melalui jalur darat, lalu mengambil alih kendali pemerintahan militer di Sumbar.
Awal April 1942, Kolonel Fujiyama datang ke Padang untuk proses serah terima kekuasaan dari Residen Belanda sebelum akhirnya Jepang mencapai Indarung, lokasi pabrik semen NV Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM), cikal bakal PT Semen Padang.