berita

Atasi Krisis Air Bersih, Padang Usulkan 200 Sumur Bor dan SPAM Baru ke Kementerian PU

Jumat, 30 Januari 2026 | 19:11 WIB
Wali Kota Padang Fadly Amran saat diwawancarai awak media. (Foto: Kominfo Padang)


Sumbardaily.com, Padang – Krisis air bersih yang melanda Kota Padang pascabencana dan diperparah musim kemarau mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyiapkan langkah struktural jangka menengah dan panjang. Salah satu upaya strategis yang ditempuh adalah mengajukan pembangunan ratusan sumur bor serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).





Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan bahwa Pemko Padang telah mengusulkan pembangunan sedikitnya 200 titik sumur bor komunal untuk mempercepat pemulihan distribusi air bersih di wilayah terdampak. Permintaan tersebut disampaikan saat ia mendampingi Menteri PUPR Dody Hanggodo dalam peninjauan intake PDAM Gunung Pangilun, Jumat (30/1/2026).





Menurut Fadly Amran, pembangunan sumur bor komunal dinilai penting untuk mengurangi tekanan distribusi air PDAM yang saat ini masih bersifat sementara pascabencana. Dengan adanya sumur bor, suplai air ke masyarakat di wilayah non-pelanggan PDAM tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan pipa utama.





“Kami meminta kepada Bapak Menteri agar daerah-daerah yang mengalami kekeringan dapat dipasangkan sumur bor. Tujuannya agar tekanan air PDAM ke rumah tangga tidak terlalu terbebani karena harus membagi suplai ke wilayah non-pelanggan,” ujar Fadly Amran.





Ia menjelaskan, dari total usulan 200 titik sumur bor tersebut, aset milik Pemko Padang hanya tersedia di sekitar 50 lokasi. Oleh karena itu, pemerintah kota berinisiatif memanfaatkan fasilitas publik sebagai titik distribusi air bersih bagi masyarakat.





“Sisanya kami arahkan ke masjid dan musala, sehingga masyarakat bisa mengakses air bersih secara komunal dengan lebih mudah,” tambahnya.





Selain pembangunan sumur bor, Pemko Padang juga mendorong percepatan pembangunan SPAM baru sebagai bagian dari peremajaan infrastruktur air bersih. Fadly Amran menegaskan bahwa Kota Padang memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, sehingga infrastruktur air perlu diperkuat agar lebih aman dan berkelanjutan.


Halaman:

Tags

Terkini