berita

Ancaman Hidrometeorologi Masih Mengintai, Warga Sumbar Diminta Tetap Siaga

Selasa, 6 Januari 2026 | 14:21 WIB
Ilustrasi Cuaca. (Foto: Sumbar Daily)


Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengingatkan bahwa kondisi cuaca di wilayah Sumbar masih berada dalam fase fluktuatif dan belum sepenuhnya stabil. Situasi tersebut dinilai berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi susulan, meskipun daerah ini telah melewati puncak musim hujan pada November dan Desember 2025.





Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, potensi curah hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem.





“Cuaca ini belum sepenuhnya stabil. Karena itu, masyarakat tetap perlu waspada dan siaga,” ujar Mahyeldi saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) penanganan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana hidrometeorologi di Auditorium Gubernuran, Senin malam (5/1/2026).





Menurut Mahyeldi, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh tim teknis, curah hujan tinggi berpotensi memperburuk kondisi sejumlah infrastruktur pengendali bencana. Beberapa sungai di Sumbar diketahui telah mengalami pendangkalan, sementara tanggul dan fasilitas pengendali banjir lainnya juga mengalami kerusakan akibat bencana sebelumnya.





Kondisi tersebut, katanya, membuat risiko banjir dan longsor tetap perlu diantisipasi secara serius, terutama di wilayah yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi. Pemprov Sumbar terus berupaya melakukan penanganan infrastruktur secara bertahap, namun partisipasi aktif masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko.





Selain kesiapsiagaan dari sisi teknis pemerintah, Mahyeldi menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan sekitar. Ia mengimbau warga untuk selalu memperhatikan informasi cuaca, peringatan dini, serta arahan resmi dari instansi berwenang.





“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Edukasi dan kewaspadaan bersama sangat menentukan,” kata Mahyeldi.


Halaman:

Tags

Terkini